Personal Budgeting Tak Lagi Menjadi Menakutkan

Personal Budgeting Tak Lagi Menjadi Menakutkan

Banyak orang bertanya-tanya, perlukah membuat personal budgeting? Personal budgeting atau budget pribadi sangat penting bagi mereka yang memiliki perencanaan jangka panjang. Selain itu perencanaan keuangan pribadi pun membantu seseorang menghabiskan uang secara sia-sia. Pastinya hal tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah uang yang dapat ditabung. Sayangnya banyak orang merasa tak penting personal budgeting seperti ini. Bahkan beberapa diantaranya malas membuat perencanaan keuangan untuk diri sendiri.

Beberapa dari Anda mungkin pernah mencoba membuat personal budgeting, tetapi tidak rutin. Baru beberapa bulan saja Anda sudah dihinggapi rasa malas menyusun budget pribadi. Seringkali kemalasan ini dipicu oleh susunan detail angka-angka yang begitu rumit. Belum lagi sedari awal sudah merasa tertekan dengan batasan pengeluaran untuk hal tak penting. Untuk mengatasi hal tersebut, sebenarnya Anda bisa melakukan beberapa tips berikut:

Personal Budgeting Tak Lagi Menjadi Menakutkan

1. Mulai sekarang juga
Jangan menunda-nunda membuat personal budgeting, meskipun di awal terasa sulit. Mulailah mencatat pendapatan, pengeluaran dan temukan selisih diantara keduanya. Kelompok pengeluaran tersebut dalam 2 bagian, yakni kebutuhan pokok dan tersier. Untuk pengeluaran rutin bulanan, sebaiknya sudah disisihkan dari awal tanpa mengganggu pengeluaran lainnya. Agar lebih mudah, buatlah tabel tersebut pada program Excel. Bila memungkinkan, gunakan aplikasi khusus pada smartphone yang sudah banyak tersedia.

2. Realistis pada pengeluaran
Pastikan Anda mencatat semua detail pengeluaran sekecil apapun. Temukan angka terkecil didalamnya dan buatlah perhitungan selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Ini akan membantu kamu menemukan budget tepat perbulan untuk diri sendiri. Jika Anda menemukan sisa dana, bersyukurlah berapapun jumlahnya. Bila sebaliknya, Anda harus belajar berbenah diri lagi dalam menggunakan dana untuk menghindari defisit di bulan depan.

3. Kenali prioritas
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, Anda harus tahu mana prioritas dan mana yang bisa ditunda. Dari sini Anda bisa menarik beberapa hal, pengeluaran mana yang dirasa dapat dioptimalisasikan. Entah itu dengan mencari alternatif lain atau benar-benar memangkasnya. Nantinya dana yang Anda alihkan dapat dialokasikan sebagai dana tabungan untuk keadaan darurat.

4. Mulai bertanggungjawab
Anda sudah harus bertanggungjawab dengan budgeting yang dibuat. Entah itu dengan pasangan atau pada orangtua sendiri sebagai pemberi pendapatan. Tak ada salahnya sesekali minta mereka mengecek budget pribadi untuk mengetahui pengeluaran mana yang dirasa tidak begitu penting. Jangan terlalu memaksakan kehendak jika mendapat saran dari orang-orang terdekat, sebab itu untuk kebaikan Anda pribadi.

5. Cek ulang
Terakhir Anda bisa melakukan revisi berkala dalam jangka waktu 3 – 6 bulan. Cek lagi daftar pengeluaran tersebut untuk semakin mengoptimalisasi pengeluaran per bulan. Misalkan saja memangkas dana hiburan yang bisa dialokasikan untuk tabungan atau untuk hal penting lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*